Bulan-bulan Islam

1762376

بسم الله الرحمن الحيم

baru pulang nih dari masjid, abis sholat jum’at. kalian juga kan ? semoga sholat kita diterima Allah SWT.

sekarang sudah masuk bulan rajab, kata gurunya ibu-ibu yg lagi pengajian (ribet amat) ^_^v bulan rajab banyak keistimewaannya. dan tadi, khotib masjid komplek dekat rumah saya berkata tentang hadits nabi yang berisi : Allah telah menyiapkan ….. bagi orang yang 1 hari saja berpuasa di bulan rajab, bener gak yah?. kata sang khotib juga “orang–orang sekarang tidak mengenal bulan-bulan Islam (Hijriah) mereka lebih kenal dan sering menggunakan bulan dalam kalender masehi”. beliau menjelaskan khotib, bahwa Islam memiliki nama-nama bulan yang tiap nama dari bulan tersebut memiliki makna dan arti tertentu.

Islam memiliki 12 bulan, bulan-bulan ini adalah :

1. muharram

2. shafar

3. rabiul awal

4. rabiul akhir

5. jumadil awal

6. jumadil akhir

7. rajab

8. sya’ban

9. ramadhan, bentar lagi bro

10. syawal

11. dzulqo’dah

12. dzulhijjah

kalian hafal gak dengan nama nama bulan Islam ini?

gak hafal? pingin hafal?

enaknya sih mengahafl menggunakan lagu, salah satunya adalah lagu “month in Islam” yang dinyanyikan oleh Yusuf Islam

sekarang sudah pada hafal kan?

nah saudara-saudara belum pada tau kan arti dari masing-masing nama tersebut? klo gitu, waway akan coba re-telling apa yg tadi khotib bilang.

1. muharram (محرّم)

muharram kata dasarnya adalah الحرام yang berarti sesuatu yang dihramkan. kata bapak khotib yang saya lupa namanya tadi, dinamakan muharram karena bulan ini termasuk bulan yang diharamkan untuk berperang. orang Arab dulu beranggapan bahwa sangat dilarang melakukan peperangan di bulan yang suci ini.

2. shafar (صفر)

shafar yang kalo kita cari dikamus artinya adalah nol/kosong memiliki makna tersendiri sob. konon orang Arab zaman dulu itu suka berperang di bulan ini. kan bulan muharram itu diharamkan untuk berperang jadi setelah habis bulan muharram para laki-laki Arab (bukan yang di tanah abang ya)pada gregetan pengen perang, walhasil para lelakinya pergi berperang dan meninggalkan perkampungan. oleh karena itu perkampungan Arab sana pun menjadi kosong oleh para laki-laki karena pergi berperang.

3. rabiul awal (ربيع الاول)

secara bahasa ربيع artinya adalah menetap, dan الاول artinya adalah permulaan. orang Arab yang di bulan shafar pergi berperang mereka pun pulang ke tempat peristirahatan, yaitu perkampungan dan rumah-rumah mereka. oleh karena itu bulan ini dinamakan rabiul awal yang bisa diartikan juga sebagai awal untuk mereka menetap di rumah setelah berperang.

4. rabiul akhir ( ربيع الثاني/ربيع الاخير)

akhir الاخير adalah bahasa indonesia hasil serapan dari bahasa arab. bulan ini adalah kelanjutan dari bulan sebelumnya, dimana orang arab masih bermukim di rumahnya masing-masing (lagi masih nikmatin hasil perang kali ya …)

5. jumadil awal (جمادي الاولى)

kita harus bangga sebagai orang indonesia, kenapa eamng ? karena nama orang jama dipakai dalam nama bulan Islam, yaitu jumadi becanda deng :-) . jumadi جمادي artinya itu kering gan, sedangkan awal/ula الاولى adalah permulaan. bulan ini dinamakan demikian akrena pada bulan ini adalah permulaan dari musim kemarau.

6. jumadil akhir ( جمادي الاخير)

pasti tau donk arti dari nama bulan ini. benar sekali. jumadil akhir جمادي الاخير adalah masa berakhirnya musim kemarau. wah selamat ya…. air sudah dekat.

7. rajab (رجب)

rajab رجب artinya adalah mulia. bulan ini termasuk bulan yang dianggap mulia oleh orang arab dan juga orang Islam (ingat !! arab belum tentu Islam lho… begitupun sebaliknya). karena dianggap mulia maka bulan ini juga termasuk bulan yang diharamkan untuk berperang.

8. sya’ban (شعبان)

syaban bisa diartikan sebagai berkelompok. kata khotib yang tadi, umunya orang arab keluar dan berkelompok untuk mencari nafkah.

9. ramadhan (رمضان)

lagi lagi kata si khotib, ramdhan memiliki banyak arti, beberapa mufassir mengartikannya sebagai bulan pembakaran.karena ini bulanyang suci yang akan membakar semua dosa kita apabila kita berpuasa dan beribadah di bulan ini.

10. syawal (شوال)

artinya adalah kebhagiaan, dibulan ini adalah bulan dimana terdapat hari raya umat Islam yaitu iedul fitri. sang khotib mengatakan bahwa iedul fitri artinya bukan kembali suci, tetapi kembali futur (makan) karena setelah sebulan penuh berpuasa di bulan ramadhan maka pada bulan ini umat Islam boleh kembali makan di siang hari.

11. dzulqo’dah (ذوالقعدة)

dzu ذوا artinya adalah yang memeiliki, sedangkan qo’dah القعدة artinya adalah duduk. nah penjelasannya adalah bulan ini merupakan bulan dimana orang arab duduk-duduk berkumpul dengan keluarganya jadinya dinamakan dzulqo’dah deh..bisa bisa aja ya

12. zulhijjah (ذوالحجة)

psti udah tau donk arti dari nama bulan ini. ya iyalah masa ya iya donk. artinya adalah yang memiliki haji, karena pada bulan ini umat muslim melakukan ibadah haji ke baitullah dan pada bulan ini juga terdapat hari raya idul adha.

benak waway :

waway sebenarnya masih bingung mengenai bulan Islam, ini ada 2 pertanyaan untuk pembaca. waway mohon klo tahu jawabannya kasih tahu waway ya, klo bisa ada referensinya oke…. ^_^

1. knp nabi hijrah di bulan rabiul awal tapi penanggalan di mulai pada muharram?
2. knp qur’an diturunkan pada bulan ramadhan 17,tapi kan dulu belum ada kalender hijriah?

One response to “Bulan-bulan Islam

  1. ane cba berbagi pengetahuan yang ane tau,,,
    ane cba jwb pertanyaan pertama..
    Penanggalan Hijriah ditetapkan pada masa kekhalifahan Umar bin Al-khathab dalam sebuah upaya rasionalisasi sistem penanggalan yang digunakan pada masa pemerintahannya, melihat banyaknya persoalan yang timbul akibat ketidakjelasakan masa awal dari penanggalan Hijriah.

    Persoalan penentuan bulan contohnya yang dialami oleh Gubernur Basrah pada masa itu. Al-Baruni menyatakan bahwa Khalifah Umar bin Al-Khathab Menerima Surat dari Gubernur Basrah, dan dalam surat itu tertulis;

    “Kami hingga saat ini telah banyak menerima surat dari para amirul muminin, dan kami sungguh tidak mengetahui pilihan mana yang harus dilaksanakan terlebih dahulu, serta kami telah membaca agenda kegiatan yang bertanggakan Sya’ban, namun kami tidak tahu pasti Sya’ban mana yang dimaksud, apakah Sya’ban yang jatuh pada tahun ini atau Sya’ban pada tahun depan.”

    Menurut Abu Hasan Al-Atsari dalam bukunya Bidayah wa Nihayah Juz III, Khalifah Umar bin Al-Khathab menjadikan persoalan yang dihadapi Abu Musa Al-Asy’ari itu sebagai suatu persoalan yang penting, dan sebagai penentu kebijakan perlu sekiranya ia membuat ketetepan Kalender yang seragam antara satu sama lainnya agar dapat dipergunakan untuk keperluan admisistrasi dan keperluan ummat dalam kehidupan.

    Khalifah Umar bin Khattab mengumpulkan para sahabat dan mengadakan musyawarah untuk menentukan hal apa atau peristiwa apa yang paling tepat sebagai patokan awal tahun Islam tersebut, hingga keluarlah empat opsi:

    Pertama : Hari Kelahiran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam sebagai awal tahunn Hijriah
    Kedua : Hari Wafatnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam,
    Ketiga : Hari dimana ketika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam menerima wahyu pertama dan merupakan awal tugas kenabiannya dan
    Keempat : Peristiwa Hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan para sahabat dari Makkah ke Madinah.

    Dengan ijtihad khalifah dan para sahabat ketika itu, peristiwa Hijrah lah yang menjadi tumpuan akhir, sehingga keputusanpun diambil dengan dengan bijak berasaskan musyawarah, menentukan Hijrah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam yaitu 1 Muharram, sebagai peristiwa yang paling tepat untuk mengawali sistem penanggalan Hijriah.

    Pada tahun 638 M (17 H), Khalifah Umar bin Khatab menetapkan awal patokan Kalender Hijriah dengan menghilangkan seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1 Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622 , dan tanggal ini bukan berarti tanggal Hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam terjadi bulan September 622.

    Menentukan peristiwa Hijrah sebagai awal dari penaggalan Hijriah mengandung makna historis yang sangat dalam. Imam Sakhawi dalam kitabnya Al-I’laan bi al-tawbikh liman dzamma al-Tarikh mengatakan bahwa bulan Muharram sebagai awal bulan penanggalan Hijriah karena niat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam untuk berhijrah sudah ada sejak bulan tersebut (Muharram), inilah maka penentuan Hijrah sebagai awal Hijriah adalah sangat tepat, mengingat nilai, hikmah dan tauladan dari peristiwa tersebut.

    Dan penanggalan Hijriah mengingatkan kepada seluruh ummat Islam bahwasanya setiap tahun bukanlah kepada kejayaan dan kebesaran Islam namun kepada pengorbanan (Nabi dan sahabatnya) dan mengingatkan mereka agar melakukan hal yang sama.
    untuk nuzul alquran baca buku ini
    http://www.al-maktabeh.com/ar/index.php
    http://dc202.4shared.com/download/ZY7DDRIS/___.pdf?tsid=20110806-141546-a67d030b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s